Sedekah Seribu Bisa
Membangun Mushola Senilai 500 Juta Lebih, Bagaimana Caranya?
Mushola
Baitul Rahman
di desa Gidangelo RT 04/02 Welahan Jepara sudah berusia sekitar 60 tahun lebih,
merupakan mushola tertua di desa kami, beberapa kali melalui tahap perbaikan.
Rencananya sesudah Idul Adha akan dilakukan perombakan total. Perombakan
dilakukan karena ada beberapa kerusakan di berbagai bagian. Bagian atap kubah,
mulai lapuk. Ketinggian atap mushola terlalu rendah, terasa suasana sangat
pengap, gerah ketika jamaah full, terutama ketika sholat tarawih, Idul Fitri
atau Idul Adha.
Panitia berharap nantinya
pendanaan pemugaran mushola tidak membebani keuangan warga. Atas musyawarah
warga, diadakanlah sedekah seribu rupiah perumah, perhari. Uang seribu rupiah
diletakkan di dalam botol, diletakkan di depan pintu rumah. Bahkan ada yang
meletak uang 2000, atau pun lebih. Jika pun ada yang tidak menaruh 1000 rupiah,
petugas pun tidak menegur, lha wong Namanya sedekah ya sesuai keikhlasan. Untuk
petugas yang menjemput sedekah, bergiliran perumah warga. Ada warga yang
berprofesi sebagai tantara, guru, perawat, pengrajin batu bata, pedagang, bakul
batu bata, semua ikut terlibat. Tidak ada rasa canggung, malu untuk mengambil
sedekah berkeliling dari rumah ke rumah. Kami membagi 102 rumah menjadi 7 blok,
sehingga satu orang hanya menarik sekitar 14 atau 15 rumah, cukup membutuhkan
waktu 20 menit untuk menjemput sedekah dari rumah ke rumah. Waktu pengambilan sesudah sholat magrib, waktu
tersebut sudah banyak warga yang
istirahat di rumah. Manfaat lain, sesama warga bisa bersilahturahmi,
sudah pasti karena petugasnya kan giliran perumah. Kami belajar dari semut,
meskipun badan mereka kecil, mereka bergotong royong mengangkat beban yang
berat. Mereka mengangkat beban tidak total sekaligus, bertahap sedikit demi
sedikit. Yang terpenting kontinuinitasnya, demikian sedekah 1000 perhari,
perlahan akan terkumpul dana yang banyak juga. Meskipun cara ini, terkesan
kuno. Beda dengan platform, penggalangan dana dengan platform crawfunding
seperti kitabisa.com. Tetapi kami yakin 5 bulan ke depan akan terkumpul dana 40
juta lebih.
Untuk pendanaan lainnya
sudah kami siapkan beberapa tahun sebelumnya. Sumber dana diperoleh dari kas
RT, sumbangan warga. Setiap bulan Sya’ban, kami selalu mengadakan Ruwahan
Massal. Pada saat ruwahan massal, tiap rumah menyumbang dana 100 ribu rupiah. Dari hasil tersebut sudah terkumpul 50 juta
lebih. Ditambah beberapa bantuan material inden sedekah warga. Sudah ada
beberapa warga yg berkomitmen membantu material berupa pasir dan semen. Batu
bata disumbang dari warga yang berprofesi sebagai pengrajin batu bata, karena
desa kami sebagian besar berprofesi sebagai pengrajin batu bata welahan.
Rencananya besok minggu tanggal 8 Juli 2018 tiap pengrajin, diambil 500 batu
mentah. Di lingkungan RT kami ada sekitar 80 pengrajin, sehingga akan terkumpul
40 ribu batu bata. Biasanya kami akan menarik sumbangan batu bata ke RT
lainnya, mereka tidak enggan untuk bersedekah. Untuk mengambil batu bata dari
pengrajin, kami bergotong royong. Yang punya tenaga, menyedekahkan tenaganya,
yang punya truk, meminjamkan truknya. jika ada kelebihan batu bata matang
nanti, kami akan menjualnya. Dana hasil penjualan batu bata, akan digunakan
sebagai tambahan dana pembangunan mushola.
Doakan teman-teman
semoga rencana pembangunan Mushola kami berjalan dengan lancar.















